Home > Publikasi > Detail

ZISWAF CT ARSA Dorong Kemandirian Pesantren melalui Program Santri Mart di PPI Al-Ghifari

Share :
Facebook Twitter Whatsapp Email
ZISWAF CT ARSA Dorong Kemandirian Pesantren melalui Program Santri Mart di PPI Al-Ghifari
ZISWAF CT ARSA Dorong Kemandirian Pesantren melalui Program Santri Mart di PPI Al-Ghifari

Upaya mendorong kemandirian ekonomi pesantren kembali diwujudkan melalui program pemberdayaan berbasis ZISWAF. Pada Senin (20/04/2026), ZISWAF CT ARSA secara simbolis menyerahkan program Santri Mart di lingkungan Pesantren Persatuan Islam (PPI) No. 168 Al-Ghifari, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Program Santri Mart ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZISWAF) yang dikelola CT ARSA secara produktif. Dalam implementasinya, LAZ PERSIS berperan sebagai mitra pelaksana program di lapangan.

Lebih dari sekadar unit usaha, Santri Mart dirancang sebagai ruang pembelajaran kewirausahaan bagi santri. Melalui program ini, para santri tidak hanya mendapatkan pemahaman teori, tetapi juga langsung terlibat dalam praktik usaha yang berlandaskan nilai-nilai syariah.

Direktur ZISWAF CT ARSA, Dr. H. M. Wahib, MH., M.Si., menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen LEMBAGA ZISWAF CT ARSA dalam mendorong lahirnya ekosistem ekonomi umat yang berkelanjutan, khususnya di lingkungan pesantren.

“Dana ZISWAF yang dititipkan oleh masyarakat kami upayakan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Santri Mart ini menjadi salah satu ikhtiar agar manfaatnya terus bergulir, dirasakan oleh santri, pesantren, hingga masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, dari pihak pesantren, program ini disambut sebagai langkah strategis dalam membangun kemandirian. Pimpinan SMP Al-Ghifari H. Aan Suryana, S.Ag., M.M.Pd menyampaikan bahwa Santri Mart merupakan bagian dari cita-cita besar pesantren dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada keilmuan agama, tetapi juga keterampilan hidup.

“Santri diharapkan bisa belajar entrepreneurship, lalu langsung mempraktikkannya di Santri Mart. Harapannya, dari usaha ini akan lahir keuntungan yang bisa membantu keberlangsungan pesantren,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa tidak semua santri berasal dari latar belakang ekonomi yang mampu. Karena itu, kehadiran Santri Mart diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penopang, baik bagi santri maupun pesantren.

“Ke depan, manfaatnya tidak hanya untuk santri, tetapi juga untuk pesantren, bahkan para asatidz. Ini akan berjalan bertahap—dimulai dari membantu santri, kemudian berkembang untuk menopang ekosistem pesantren secara keseluruhan,” tambahnya.

Dengan jumlah pesantren dibawah nanungan PERSIS yang mencapai lebih dari 300 pesantren, PPI Al-Ghifari melihat program ini sebagai langkah awal yang strategis. Harapannya, sinergi antara ZISWAF CT ARSA dan pesantren dapat terus diperluas ke pesantren-pesantren lainnya.

Santri Mart di PPI Al-Ghifari bukan sekadar tempat transaksi, melainkan juga ruang tumbuh bagi jiwa kemandirian. Di balik aktivitas jual beli, terdapat proses pendidikan karakter—kejujuran, tanggung jawab, dan kerja keras—yang menjadi bekal penting bagi para santri.

Melalui program ini, ZISWAF CT ARSA berharap dapat terus menghadirkan dampak nyata, menjadikan pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan.